Bukan saya yang final, tapi saya yang ngasih final ke Mahasiswa :((.
Rencana pelaksanaan final awalnya tanggal 18 January 2009, berhubung ada mahasiswa yang tidak bisa kesana karena jalur transportasi yang tidak umum, hanya ada transportasi dari kampus lama ke kampus baru sehingga praktis jika hari libur (tanggal 18 Januari itu hari minggu) berarti ada mahasiswa yang kemungkinan tidak bisa datang. Maka diputuskan tanggal 20 Januari 2009.
Soal final belum saya buat, setibanya di UIN, saya pun buat soal. Lagian lab komputer juga lagi terpake. Masalah pertama muncul. Slackwareku ndak bisa print ke HP Laserjet 1020 ... (arghhh) mesti install drivernya dulu. Akhirnya minta bantuan seorang dosen yang punya laptop windows. Transfer menggunakan SDcard, karena saya tidak punya flashdisk. Akhrnya soal terprint.
Setelah mempersiapkan peralatan, akhirnya waktunya buat test konfigurasi jaringan. Semua ok. soal (harusnya) bisa diselesaikan.
Mahasiswa mulai ujiannya, dan sampe terakhir tidak ada yang bisa membuat model jaringan yang saya jadikan soal. Setelah semua mahasiswa selesai dan tetap tidak ada hasil, saya pun mencoba untuk menjelaskan gimana semestinya yang harus dibuat.
Kesialan kedua :
Sewaktu ingin menggambar jaringan diwhiteboard, tidak ditemukan sebuah spidolpun. Setelah grasak - grusuk akhirnya dapat sebuah spidol, tapi tidak bertinta :((. Grasak - grusuk lagi akhirnya dapat tinta. Tapi ternyata itu tinta buat spidol permanent. DAMN.
Kesialan lagi :
Setelah menjelaskan, waktunya peragaan, dan setelah mencoba konfigurasi, dll. wireless ngambek untuk konek. :((. Arghhghghhghghg. Karena sudah magrib, akhirnya kelas bubar.
Saya jadi berfikir "jangan - jangan tadi mahasiswa tidak selesai karena memang peralatannya yang kacau", namun sebelumnya ada mahasiswa yang bilang "Tadi saya sempat konek, Pak". Btw sudahlah, toh dari cara mereka menganalisa dan membangun system saya bisa memberikan penilaian.
Rabu, 21 Januari 2009
Kamis, 15 Januari 2009
Review Slackware 12.2 versi mau - mauku :D

Image From : http://slackware.com/~msimons/slackware/grfx/shared/SWquinn4.jpg
Tulisannya sudah saya posting di Makassar Slackers tapi sepertinya saya sudah ketularan gayanya iBlek yang rada mau - maunya hehehehe, makanya reviewnya juga rada semau ku :D.
Slackware 12.2 keluar beberapa hari sebelum MRP, dan seperti sebelum - sebelumnya saya selalu dapat masalah yang kadang butuh waktu untuk menyelesaikannya.
Dapat iso tanggal 12 Desember 2008, download disalah satu server yang kuinstall dengan bandwidth yang lumayan gede :D. Setelah mengambil barang rampasan perang yang bernama iso slackware, saya pun publish keteman - teman yang seminat.
Malam harinya (kenapa nunggu malam hayo) saya pun mulai persiapan menginstall slackware 12.2 untuk mencoba. Saya sudah tidak minat untuk melakukan upgrade, clean install kali ini. Data sudah di backup semua, termasuk installer Gnome Slack Build.
Instalasi dimulai, dan seperti biasa teks, dan teks melulu. That's awesome sux. Keburukan slackware sekaligus kelebihan tergantung dari sisi mana dipandang. Bagi pecinta klik thats real suxxx, tapi bagi pengguna komputer tua that's helpfull.
Instalasi sekitar 15 dilaptopku (biasanya juga segitu ji hehehe), sekilas pm-utils sudah include di slackware, jadi tidak perlu lagi compile sekaligus buatkan paketnya untuk suspend :D. Beberapa paket sudah lebih baru, hanya KDE yang diharapkan sudah KDE 4 tapi yang masuk masih KDE 3.
So tidak ada kesan yang begitu menggoda. Setelah coba - coba kesana kemari akhirnya dapat masalah : synaptic touchpad sama bluetooth. Tapi akhirnya dapat bonus 2 Finger Scrool :D.
Sekarang lagi nungguin gnome 2.4 untuk slackware 12.2, untuk gnome slackware selalu terlambat :((. Bahkan sempat kepikiran untuk kompail sendiri gnome, membuat gnome untuk slackwar versi Makassar :D, wakakaka
Selasa, 06 Januari 2009
Gathering 14 Makassar Slackers di Barru
Sesuai rencana awal, gathering di laksanakan di Barru tanggal 4 Januari 2009. Diumumkan di website akan ngumpul di depan torajanet.com pukul 6:30 tapi ternyata yang nongol pada ngaret semua termasuk yang buat pengumuman :P
Berangkat sekitar pukul sembilan pagi, thanks to pak yayat yang membawa mobil sehingga saya dan Amad bisa numpang ndak perlu balapan hehehehe.
Dalam perjalanan amad pamerin iPhone ... sambala ... itu Blackberry seperti mainan anak - anak dibanding sama itu iPhone, saya jadi tidak kuat pegangnya, rasanya pengen beli juga cuma ndak kuat dikantong :((
Tiba di Barru sekitar pukul 11, langsung menuju lokasi yang ternyata acaranya baru saja mulai. Pas masuk kok yang ngumpul banyak abegeh gitu trus cewek - cewek juga banyak, hal yang sangat jarang terjadi pada pelaksaan gathering. Cek per cek, mereka semua adalah siswa dari salah seorang slackers barru, ooo. pantas kalau begitu hehehehe.
Acara perkenalan seperti biasa melakukan racunisasi slackware. Pertama sama Denic soal kenapa pake linux dan lain - lain, saya ketiban sial buat bawa materi instalasi. Setelah itu si Hendro yang lanjutkan dengan instalasi GSB (Gnome Slack Build) yang sudah dimodifikasi sama denic (disatukan dalam satu folder dll.. tipikalnya denic suka kerja manual).
GSB terinstall!, tapi tidak ada sesuatu yang wah yang terlihat, akhirnya saya mengajukan diri untuk objek penderita melakukan demonstrasi 3d Desktop. Supaya ada warna lain maka Fikri sang Ubuntero kukudeta untuk pamerin blankon.
Tanya jawab juga tidak begitu rame soalnya para peserta sudah disuguhin nasi kotak duluan, jadi gimana mo nanya kalau mulutnya pada penuh sama nasi hehehehe.
Yang unik kita mesti diperkenalkan satu per satu, yang aneh tidak semua rombongan dari makassar saling kenal hahahahaha, maka terpaksa saling perkenalkan diri. Nah tiba giliran siswa - siswa tersebut memperkenalkan diri ... duh rame deh hahahaha
Pukul 16:05 kita memulai perjalanan kembali kemakassar. Sayang saya tidak sempat ambil gambar suasana gathering, karena dari perjalanan sudah mual dan kembung hiks ...
Berangkat sekitar pukul sembilan pagi, thanks to pak yayat yang membawa mobil sehingga saya dan Amad bisa numpang ndak perlu balapan hehehehe.
Dalam perjalanan amad pamerin iPhone ... sambala ... itu Blackberry seperti mainan anak - anak dibanding sama itu iPhone, saya jadi tidak kuat pegangnya, rasanya pengen beli juga cuma ndak kuat dikantong :((
Tiba di Barru sekitar pukul 11, langsung menuju lokasi yang ternyata acaranya baru saja mulai. Pas masuk kok yang ngumpul banyak abegeh gitu trus cewek - cewek juga banyak, hal yang sangat jarang terjadi pada pelaksaan gathering. Cek per cek, mereka semua adalah siswa dari salah seorang slackers barru, ooo. pantas kalau begitu hehehehe.
Acara perkenalan seperti biasa melakukan racunisasi slackware. Pertama sama Denic soal kenapa pake linux dan lain - lain, saya ketiban sial buat bawa materi instalasi. Setelah itu si Hendro yang lanjutkan dengan instalasi GSB (Gnome Slack Build) yang sudah dimodifikasi sama denic (disatukan dalam satu folder dll.. tipikalnya denic suka kerja manual).
GSB terinstall!, tapi tidak ada sesuatu yang wah yang terlihat, akhirnya saya mengajukan diri untuk objek penderita melakukan demonstrasi 3d Desktop. Supaya ada warna lain maka Fikri sang Ubuntero kukudeta untuk pamerin blankon.
Tanya jawab juga tidak begitu rame soalnya para peserta sudah disuguhin nasi kotak duluan, jadi gimana mo nanya kalau mulutnya pada penuh sama nasi hehehehe.
Yang unik kita mesti diperkenalkan satu per satu, yang aneh tidak semua rombongan dari makassar saling kenal hahahahaha, maka terpaksa saling perkenalkan diri. Nah tiba giliran siswa - siswa tersebut memperkenalkan diri ... duh rame deh hahahaha
Pukul 16:05 kita memulai perjalanan kembali kemakassar. Sayang saya tidak sempat ambil gambar suasana gathering, karena dari perjalanan sudah mual dan kembung hiks ...
Selasa, 23 Desember 2008
Multi Release Party
Mumpung belum basi banget
Sebuah event yang diadakan oleh LUGU yang menampilkan release dari 4 distro yang hampir bersamaan. Keempat distro tersebut adalah : Opensuse, Fedora, Ubuntu dan Slackware.
Pada rapat persiapan rencana target peserta 100 orang, namun pada perkembangannya diputuskan peserta 200 orang. Dari awal saya optimis bahwa angka tersebut tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Hasil rapat juga menentukan tempat kegiatan di Karebosi Link.
Dari awal pembahasan MRP, saya sudah bersiap untuk menghandle materi Slackware, begitu rapat selanjutnya di MTC (pas acara 2 tahunnya AM) untuk menentukan siapa yang akan membawakan materi perdistro maka dengan ikhlas saya mengajukan diri.
Sepulangnya dari MTC, saya sudah membuat draft presentasi, dan akhirnya bisa jadi jauh - jauh hari sebelum acara dimulai. Saya juga bersyukur karena materi presentasi yang saya buat sudah hampir selesai pada saat dilakukan permintaan "rehearsal" oleh Dr. Mahmud Ghaznawie.
Terima kasih karena ada rehearsal, saya bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada materi presentasi, dan sudah siap sehari sebelum acara.
Acara dimulai pada pukul 10:30, dimulai dari Adi Nugroho yang membawakan sekilas tentang Linux, dilanjutkan dengan Opensuse. Jhon Chendra melanjutkan dengan Fedora, disusul oleh Riri dan Fikri yang membawakan Ubuntu plus BlankOn.
Tiba giliranku, sebelum acara jauh - jauh hari saya sudah berniat untuk melakukan presentasi dengan menggunakan pointer HP dengan koneksi bluetooth. Slackwarepun terpaksa di downgrade ke 12.1 untuk membuat pointer berjalan, karena sebelumnya di slackware 12.2 bluetooth tidak berfungsi dengan baik.
Sebelum acara dimulai, saya sempat melakukan test remote control dengan HP, semua berjalan dengan baik sesuai harapan, computer kususpend dan bersiap untuk melakukan presentasi. Dalam pikiranku tinggal menghidupkan komputer yang suspend dan langsung berpresentasi ria, tapi DAMN!!! bluetooth macet. Coba untuk merestart rc.bluetooth, tetap saja tidak bisa hidup. Sekali lagi DAMN. Mana saya restartnya didepan audiens, dan karena sudah tidak ada waktu lagi, dan "Show must go on" saya terpaksa mengantongi HP dan berpresentasi dengan keyboard, Untungnya komputerku menghadap ke audiens sehingga saya bisa lebih interaktif.
Yak!! presentasi yang kubuat, yang notabene menjual keburukan slackware justru mengundang perhatian dari peserta. Bahkan DR. Mahmud mengaku menikmati presentasiku. Dari kuisioner yang dibagikan ke peserta banyak yang terusik oleh slackware, ditambah lagi umumnya pertanyaan peserta disekitar slackware.
Satu lagi, jika ada pertanyaan diluar dari materi (4 Distro), Pak Adi langsung bilang "Kalau ada pertanyaan yang tidak jelas ditujukan kemana maka yang menjawab adalah ...?" dan peserta menjawab "Slackware", Maka jadilah saya objek penderita MRP.
Namun yang paling saya syukuri, MRP Sukses Besar ... Go .. go .. go LUGU
Sebuah event yang diadakan oleh LUGU yang menampilkan release dari 4 distro yang hampir bersamaan. Keempat distro tersebut adalah : Opensuse, Fedora, Ubuntu dan Slackware.
Pada rapat persiapan rencana target peserta 100 orang, namun pada perkembangannya diputuskan peserta 200 orang. Dari awal saya optimis bahwa angka tersebut tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Hasil rapat juga menentukan tempat kegiatan di Karebosi Link.
Dari awal pembahasan MRP, saya sudah bersiap untuk menghandle materi Slackware, begitu rapat selanjutnya di MTC (pas acara 2 tahunnya AM) untuk menentukan siapa yang akan membawakan materi perdistro maka dengan ikhlas saya mengajukan diri.
Sepulangnya dari MTC, saya sudah membuat draft presentasi, dan akhirnya bisa jadi jauh - jauh hari sebelum acara dimulai. Saya juga bersyukur karena materi presentasi yang saya buat sudah hampir selesai pada saat dilakukan permintaan "rehearsal" oleh Dr. Mahmud Ghaznawie.
Terima kasih karena ada rehearsal, saya bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada materi presentasi, dan sudah siap sehari sebelum acara.
Acara dimulai pada pukul 10:30, dimulai dari Adi Nugroho yang membawakan sekilas tentang Linux, dilanjutkan dengan Opensuse. Jhon Chendra melanjutkan dengan Fedora, disusul oleh Riri dan Fikri yang membawakan Ubuntu plus BlankOn.
Tiba giliranku, sebelum acara jauh - jauh hari saya sudah berniat untuk melakukan presentasi dengan menggunakan pointer HP dengan koneksi bluetooth. Slackwarepun terpaksa di downgrade ke 12.1 untuk membuat pointer berjalan, karena sebelumnya di slackware 12.2 bluetooth tidak berfungsi dengan baik.
Sebelum acara dimulai, saya sempat melakukan test remote control dengan HP, semua berjalan dengan baik sesuai harapan, computer kususpend dan bersiap untuk melakukan presentasi. Dalam pikiranku tinggal menghidupkan komputer yang suspend dan langsung berpresentasi ria, tapi DAMN!!! bluetooth macet. Coba untuk merestart rc.bluetooth, tetap saja tidak bisa hidup. Sekali lagi DAMN. Mana saya restartnya didepan audiens, dan karena sudah tidak ada waktu lagi, dan "Show must go on" saya terpaksa mengantongi HP dan berpresentasi dengan keyboard, Untungnya komputerku menghadap ke audiens sehingga saya bisa lebih interaktif.
Yak!! presentasi yang kubuat, yang notabene menjual keburukan slackware justru mengundang perhatian dari peserta. Bahkan DR. Mahmud mengaku menikmati presentasiku. Dari kuisioner yang dibagikan ke peserta banyak yang terusik oleh slackware, ditambah lagi umumnya pertanyaan peserta disekitar slackware.
Satu lagi, jika ada pertanyaan diluar dari materi (4 Distro), Pak Adi langsung bilang "Kalau ada pertanyaan yang tidak jelas ditujukan kemana maka yang menjawab adalah ...?" dan peserta menjawab "Slackware", Maka jadilah saya objek penderita MRP.
Namun yang paling saya syukuri, MRP Sukses Besar ... Go .. go .. go LUGU
Minggu, 14 Desember 2008
Slackware 12.2
Slackware 12.2 sudah release sejak tanggal 10 Desember 2008 lalu (disini tanggal 11), Download ISO DVD selesai Jumat 12 Desember 2008. Menjelang tengah malam baru bisa diinstall, karena pas mo ngambil dihadang sama hujan lebat sebelum jumatan, dan baru bisa pulang setelah magrib. Abis itu keluar lagi makan malam sama keluarga dan baru bisa install menjelang tengah malam. Sudah dua hari terinstall. Untuk reviewnya sekalian aja setelah semua hasil kacca sudah selesai karena masih ada yang kurasa mengganjal.
Kamis, 11 Desember 2008
Ngotot Donor Darah
Sebelum Idul Adha informasi tentang kegiatan mahasiswa soal Donor Darah Di UIN sudah saya dengar, kegiatannya sendiri hari ini (11/12/08). Yang jadi masalah saya sudah donor darah tanggal 5 oktober 2008 yang lalu, pihak PMI memang menganjurkan 3 bulan.
Kemarin (10/11/08) dapat undangan / pemberitahuan untuk berpartisipasi dari mahasiswa. Saya sudah siap dari pagi, rencana mo pagi sekali ke UIN, sebelum jam 9 sudah siap, padahal kalau hari biasa saya masih baru ranjang plus iler kalau jam segitu. Pas mo berangkat tiba - tiba hujan, deras pula. Saya berharap acara donor darahnya agak lama waktunya.
Sekitar jam 10an hujan sedikit reda, saya pun bergegas, berharap moga - moga donor darahnya belum selesai. Tiba di UIN langsung kepikiran, kira - kira dimana yah lokasi donor darahnya, tapi baru mau memarkirkan motor pertanyaanku sudah terjawab setelah melihat mobil PMI didepan Gedung A Fakultas Sains, tempatku biasa.
Saya mengisi formulir dan tidak lupa tanggal terakhir saya donor. Dibagian pemeriksaan awal, saya langsung menunjuk ke tanggal terakhir, petugasnya langsugn bilang "Belum bisa pak, tunggu sebulan lagi", saya langsung nyamber "kan dua bulan sudah bisa"
"Tidak pak, tiga bulan", kata petugas
"Dua bulan bisa", sambarku
"Dua bulan setengah pak", petugasnya melunak,
"Berarti sudah bisa" sambarku lagi,
"Belum pak, Bapak donornya tanggal 5 Oktober, jadi mesti tunggu seminggu lagi", kata si petugas
"Kalau seminggu lagi, saya donor dimana?", protesku
"Di PMI saja pak",
"Disini saja, mumpung ada kesempatan, lagian saya tidak bisa janji bisa ke PMI minggu depan"
Sang petugas seperti bingung, akhirnya minta saran sama dokter disebelahnya, dengan bijak dokternya bilang, "Anggap saja seperti ambil dua kantong cuma ambilnya belakangan", duh lega soalnya malu sudah pede banget masuk ke ruang donor trus keluar tidak buat apa - apa :)
"Test saja dulu, lagian badannya juga cukup besar kok" lanjut dokternya, akhirnya di test dan lulus hahahaha, seperti ujian saja. Selanjutnya cek tensi dan juga bagus, walhasil jadilah saya mendonorkan darah
Ini gambar yang sempat saya ambil saat lagi donor :D


Kemarin (10/11/08) dapat undangan / pemberitahuan untuk berpartisipasi dari mahasiswa. Saya sudah siap dari pagi, rencana mo pagi sekali ke UIN, sebelum jam 9 sudah siap, padahal kalau hari biasa saya masih baru ranjang plus iler kalau jam segitu. Pas mo berangkat tiba - tiba hujan, deras pula. Saya berharap acara donor darahnya agak lama waktunya.
Sekitar jam 10an hujan sedikit reda, saya pun bergegas, berharap moga - moga donor darahnya belum selesai. Tiba di UIN langsung kepikiran, kira - kira dimana yah lokasi donor darahnya, tapi baru mau memarkirkan motor pertanyaanku sudah terjawab setelah melihat mobil PMI didepan Gedung A Fakultas Sains, tempatku biasa.
Saya mengisi formulir dan tidak lupa tanggal terakhir saya donor. Dibagian pemeriksaan awal, saya langsung menunjuk ke tanggal terakhir, petugasnya langsugn bilang "Belum bisa pak, tunggu sebulan lagi", saya langsung nyamber "kan dua bulan sudah bisa"
"Tidak pak, tiga bulan", kata petugas
"Dua bulan bisa", sambarku
"Dua bulan setengah pak", petugasnya melunak,
"Berarti sudah bisa" sambarku lagi,
"Belum pak, Bapak donornya tanggal 5 Oktober, jadi mesti tunggu seminggu lagi", kata si petugas
"Kalau seminggu lagi, saya donor dimana?", protesku
"Di PMI saja pak",
"Disini saja, mumpung ada kesempatan, lagian saya tidak bisa janji bisa ke PMI minggu depan"
Sang petugas seperti bingung, akhirnya minta saran sama dokter disebelahnya, dengan bijak dokternya bilang, "Anggap saja seperti ambil dua kantong cuma ambilnya belakangan", duh lega soalnya malu sudah pede banget masuk ke ruang donor trus keluar tidak buat apa - apa :)
"Test saja dulu, lagian badannya juga cukup besar kok" lanjut dokternya, akhirnya di test dan lulus hahahaha, seperti ujian saja. Selanjutnya cek tensi dan juga bagus, walhasil jadilah saya mendonorkan darah
Ini gambar yang sempat saya ambil saat lagi donor :D
Selasa, 02 Desember 2008
Iklan Dongok

Gambar pada iklan tersebut cukup baik dalam menyampaikan maksudnya, seperti kata Tukul "Don't judge the book by the cover". Menampilkan seorang yang bertubuh kecil, dinyatakan pemenang oleh wasit setelah berhadapan dengan lawan yang bertubuh lebih besar.
Tapi setelah saya amati sepertinya terjadi setidaknya 3 keganjilan pada gambar tersebut dan semua berhubungan dengan satu hal "Medali"

Dari gambar terlihat dengan jelas medali yang dikenakan oleh sang pemenang, dimana anehnya ?
1. Tidak ada pengalungan medali sebelum ada pemenang
Wasit mengangkat tangan sebagai tanda siapa yang memenangi pertandingan, kenapa sudah dikalungi medali sementara pertandingannya baru saja selesai. Memangnya ada orang yang bertanding pake medali?
2. Pengalungan medali umumnya di podium
Pengalungan medali minimal sesaat setelah pertandingan, bukan sebelum pemenangnya ditentukan, dan umumnya dilakukan dipodium bersamaan dengan pemenang yang lain.
3. Mana medali peraknya?
Kalau liat yang menang dapat medali emas, kemungkinan besar itu pertandingan final, nah kalau final maka yang kalah harusnya dapat medali perak.
Sang pembuat iklan mungkin ingin menyampaikan maksud dari iklannya tapi lebih logis kalau gambarnya dipodium dengan para pemenang, tentu saja untuk menonjolkan maksud awalnya maka peraih medali selain emas adalah orang - orang bertubuh besar.
Lebih dongok lagi yang mau pusing mikirin iklannya orang :P
Langganan:
Postingan (Atom)