Kamis, 26 April 2012

resolusi monitor : 1920x1080 di slackware

Di tempat saya bekerja, sebelum saya bergabung sudah ada semacam aturan tidak tertulis, bahwa user yang menggunakan laptop untuk bekerja diberi tambahan monitor+keyboard+mouse. Tentu saja layar monitornya lebih besar dari layar monitor laptopnya.

Sering boss menyindir kalau monitor yang ada itu cuma sebesar cermin di mobilnya padahal monitor tersebut ukurannya 17" keatas.

Setelah berburu monitor saya memilih monitor dengan ukuran 21.5". Sebelumnya sih pernah ambil yang 24", dan si penggunan awalnya merasa monitornya kebesaran, namun setelah beberapa lama pake mereka menolak untuk ditukar dengan monitor yang lebih kecil .... hehehe.

Nah balik ke cerita monitor 21,5". Si usernya merasa (lagi - lagi) kebesaran. Akhirnya saya tukaran dengan monitor 18,5". Saya coba pasang di komputer saya (OS XP), bisa dipake walaupun tidak bisa sampai 1920x1080 saya sendiri tidak ambil pusing, karena komputer itu memang komputer acak-acakan, saya sendiri sebenarnya hanya membangkitkannya dari kematian setelah lama tidak dipake hahaha LOL, so saya cuek saja.

Saya mindahin colokan ke laptop, pake OS Win 7 : resolusi 1920x1080 hanya bisa diperoleh jika layar laptop off, dan layar monitor jadi primary display.

Main - main dengan windows selesai. Saya reboot komputer XP, karena disitu ada LinuxMint buat experimen, dan hasilnya layar : 1024x768, what the f.....

Pindahin layar ke laptop. KDE mendeteksi, muncul konfig display, tapi dibagian resolusi lagi - lagi max : 1024x768. beh.

Belum hilang optimisme, saya pake perintah xrandr, perintah andalan saya yang biasa saya pake kalau mau menghubungkan laptop dengan LCD projector, tapi hasilnya : Tetap, maximal resolusi 1024x768.

Alhasil jurus andalan keluar ... google ... hahaha, ternyata ada perintah cvt. Berkat kombinasi cvt dan xrandr layar slackware itu bisa 1920x1080, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana membuatnya permanen.

Eits .. tunggu dulu, saya yakin ada yang penasaran bagaimana caranya biar bisa mendeteksi resolusi yang lebih tinggi?.

Resolusi maximal dari monitor yang saya gunakan adalah : 1920x1080, maka saya gunakan perintah cvt seperti ini :
$ cvt 1920 1080
hasilnya seperti ini :
 arman@kratos:~$ cvt 1920 1080
# 1920x1080 59.96 Hz (CVT 2.07M9) hsync: 67.16 kHz; pclk: 173.00 MHz
Modeline "1920x1080_60.00"  173.00  1920 2048 2248 2576  1080 1083 1088 1120 -hsync +vsync
selanjutnya buat mode baru dengan xrandr :
arman@kratos:~$ xrandr --newmode "1920x1080_60.00"  173.00  1920 2048 2248 2576  1080 1083 1088 1120 -hsync +vsync
Tinggal copy saja output dari perintah cvt.
Sekarang tambah mode baru tersebut :
arman@kratos:~$ xrandr --addmode VGA-0 "1920x1080_60.00"
Btw, untuk kasus ini xrand mendeteksi VGA saya dan menamainya VGA-0 hasil yang berbeda bisa saja terjadi pada komputer yang lain, tinggal disesuaikan saja.
Untuk selanjutnya digunakan :
arman@kratos:~$ xrandr --output VGA-0 --mode 1920x1080_60.00
Karena ini prosesnya on the fly, maka proses ini akan selalu diulang - ulang setiap kali mau menggunakan resolusi yang lebih tinggi, jika tidak maka kembali ke default : 1024x768.

Akhirnya setelah putar - putar google saya nemu link ini

Saya pilih opsi untuk menggunakan file xorg.conf. Dengan menambahkan beberapa baris berikut :

Section "Monitor"
        Identifier   "Monitor0"
        VendorName   "Monitor Vendor"
        ModelName    "Monitor Model"
        Modeline     "1920x1080_60.00"  173.00  1920 2048 2248 2576  1080 1083 1088 1120 -hsync +vsync
        #Option              "DPMS"
        Option       "PreferredMode" "1920x1080_60.00"
EndSection
Bagian yang di bold adalah penambahan dari default xorg.conf, btw xorg.confnya saya buat pake perintah xorgsetup.


Setelah itu .... 

dan ini layar utama KDE
:D

-->

4 komentar:

Aang Wierodjampang mengatakan...

salam kenal bro..blognya menarik..
terima kasih sudah berbagi..

salam

Arman Idris mengatakan...

Salam kenal juga, Alhamdulillah kalau bisa memberi manfaat melalui blog ini :)

Ade Malsasa Akbar mengatakan...

Saya senang sekali bisa melihat KDE di sini, Pak. Terus menulis ya, Pak. Terutama mengenai Slackware.

Arman Idris mengatakan...

Terima kasih supportnya Ade, Insya Allah akan tetap menulis.