Senin, 13 Oktober 2008

Slackwarisasi Server – Server UNM

Pertama kali berurusan dengan server UNM, sewaktu diminta bantuin ngecek webserver yang ngabisin bandwidth. Waktu itu sekilas cuma liat kalau servernya RHEL, yang kemungkinan besar produk glodok atau gledek :D. Untuk kasus itu saya tidak ngutak – atik servernya, cuma nyarankan untuk install ulang saja.

Kontak kedua ketika diminta bantuin install mail server. Saya hanya menambahkan qmail dan kawan – kawan (vpopmail, qmailadmin, webmail).

Server – server UNM sendiri semuanya menggunakan Linux, ada RHEL, Fedora tergantung yang waktu itu nginstall suka pake apa.

Setelah sering bolak – balik (kayak setrikaan) ke UNM akhirnya suatu hari diminta menginstall server untuk keperluan instalasi moodle, yang selama ini menggunakan windows. Saya menginstall slackware distro andalan hehehehe.

Hingga suatu ketika mesin gateway kacau dan sepertinya install ulang jalan yang paling cepat :D. Seperti biasa slackware terinstall. Saya juga menambahkan squid untuk proxy server dan diset transparent (daripada repot suruh orang satu – satu buat ngeset proxy mending ditransparent :D ).

Sudah ada 2 mesin slackware di UNM, kemarin (Jumat, 10 Oktober 2008) saya diminta untuk menginstall server buat keperluan Sistem Informasi Akademik untuk Pasca Sarjana UNM. Bisa ditebak server tersebut terinstall distro apa?.

Saya juga sedang mengincar sebuah server untuk dimurtadkan ke slackware soalnya semua sudah benar kecuali satu, tidak bisa diakses. Dari pada pusing mending hajar slackware saja :D.

12 komentar:

Anonim mengatakan...

wah,bakal murtad beneran tuh pak!!!,soalnya salah satu singkatan UNM adlah Ubuntu Negeri Makassar :-D.
salam kenal pak.
k4v4r1 (sya juga alumni UNM thn 2003 pak)
k4v4r1@yahoo.com

arman mengatakan...

Hehehe ...

Singkatan UNM yang ini baru saya tau. Sepertinya bisa di gembar - gemborkan hehehe...

Salam Kenal juga Kavalari

opreker mengatakan...

Walah .....

RHEL-nya yang salah ato yang settingnya ???
.

Btw, kalo mau RHEL yang dari webnya gw punya :)

arman mengatakan...

@opreker :

RHELnya mesti diupdate untuk menutup celah keamanan, sayangnya itu produk ilegal, karena belinya tidak jelas.

Seandainya RHEL itu bisa diupdate, saya tentu dengan senang hati mengupdatenya, tapi karena di ban sama RedHat, ngapain dipake, toh kita pake linux salah satu maksudnya untuk menghindari pembelian lisensi

opreker mengatakan...

kayaknya komen aku disini kemaren di edit dech :).

Secara default, sistem keamanan RHEL (yang notabene dipersiapkan untuk corporate) sudah cukup memadai, kalopun ada update itu sifatnya minor lho :). Penggunaan Slackware pun kalo cma mengandalkan update aja berarti gak ada bedanya dengan Wind*ws khan ??? yang harus selalu patch kiri-patch kanan ???

Kalo gitu dimana letak keunggulan GNU/Linux ???? Bebes virus ??? di Wind*ws kalo di update tiap hari juga aman kok :).

Jadi ????

Btw, komen gw disini bakal di edit lagi gak yach :)

arman mengatakan...

@opreker

Edit komen?, kayaknya tidak deh, saya sendiri tidak pernah mempermasalahkan komen baik ataupun burukn, itu hak orang karena dengan seperti itu kita dengar kalau dia berkata jujur

Betul, secara default sudah disesuaikan dengan kebutuhan, namun bisa saja ada celah keamanan pada saat itu belum disadari ini. Yang menimpa server tersebut adalah, jika webservernya hidup maka traffic langsung melonjak. Bukankah itu masalah?.

Nothing is perfect, termasuk Linux, linux cuma sebuah sistem operasi yang dibuat oleh manusia, yang notabene merupakan gudangnya salah. Sehingga wajar saja jika pada perkembangannnya terdapat kesalahan. Yang jadi masalah adalah jika kesalahan itu dibiarkan saja. Salah satu cara menutup kesalahan dengan update.

opreker mengatakan...

walah ... maaf kalo gitu yg soal editan :)

arman mengatakan...

@opreker

it's ok kok. Saya tidak mempersoalkan hal seperti itu, saya lebih mempersoalkan kalau sudah lapar tapi belum makan hahahaha :))

opreker mengatakan...

it's ok kok. Saya tidak mempersoalkan hal seperti itu, saya lebih mempersoalkan kalau sudah lapar tapi belum makan hahahaha :))

>> walah ... kalau itu mah gw sepakat buangeetttt

edo mengatakan...

mantap

edo mengatakan...

mantap bang

arman mengatakan...

@edo : Thanks, ndak nyangka tulisan lama ini masih ada yang akses hehehe