Setiap kali menginstall server yang tidak ada secara default di distro, biasanya saya mendownload paket - paket yang paling baru dari situs yang bersangkutan. Khusus buat webmail saya masih merasa senang dan mudah menggunakan squirrel
Waktu itu squirrel masih versi 1.4.11, tapi sejak instalasi sudah ada masalah dari courier imap yang merupakan cara mengkoneksikan antara squirrel mail dengan qmail, namun hal ini sudah teratasi
Namun ternyata ada masalah lain yang baru - baru ini diketahui. Webmail tersebut tidak bisa mengirim attachment. Saya mencoba dan memang tidak bisa. Attachment hilang entah dimana :(.
Karena selama ini saya membuat webmail tidak pernah bermasalah dengan attachment kecurigaan ada pada konfigurasi servernya, cari - cari akhirnya capek tidak ketemu - ketemu juga. Baca log - log sampe mata burem tidak keliatan juga.
Akhirnya coba tanya gugel, ada sebuah entry di hasil pencarian yang mengatakan squirrel 1.4.11 tidak bisa mengirim attach dan terpaksa downgrade ke versi sebelumnya, a ha ... sepertinya masalahnya ada di webmailnya, saya mendownload versi yang paling baru, saat itu 1.4.15, menginstall dan menyesuaikan dengan setting yang lama, dan attachmentpun bisa dikirim.
Jumat, 08 Agustus 2008
Senin, 04 Agustus 2008
Yang Ngeselin Di Jalan
Jalan di kota Makassar punya ciri tersendiri, tapi saya mencatat setidaknya ada 4 yang membuat saya kesal kalau ketemu hal tersebut
Klakson / Horn
Mengapa klakson menjengkelkan, pengguna jalan di Makassar banyak yang tidak bisa menggunakan klaksonnya seperti peruntukannya. Mau bukti?. Coba saja perhatikan di traffic light, begitu lampu ijo, klakson langsung bunyi, seolah - olah sang pengguna berteriak "Minggir !!!", Tidak sabaran?, ya ... mereka yang ada dibelakang, begitu lampu ijo seolah - olah jalanan adalah milik mereka. Bukannya mikir kalau setiap kendaraan butuh waktu sebelum bergerak. Belum lagi kalau pas traffic jam, wah klakson pasti rame ... atau mungkin dipikirnya dengan klakson traffic yang tadinya macet bisa langsung longgar, lagian siapa juga yang mau tinggal ditengah jalan tanpa sebab. Pernah sekali waktu saya berada di traffic light begitu lampu hijau, klakson dari belakan bunyi, saya noleh pasang muka sedikit sangar, sang supir pete-pete (yang bunyikan klakson) langsung nyahut, "Bukan kita Pak, yang didepan!!!", hehehehe.
Orang yang tidak bisa membaca
Ini istilah yang saya berikan ke mereka yang suka melanggar, apalagi kalau melanggar di jalan besar, lebih - lebih lagi kalau sampai bikin orang (hampir) kecelakaan. Wah! ini sih keterlaluan padahal sudah jelas - jelas rambu - rambu dibuat, kadang ditambah tulisan tapi tetap saja melanggar ... Yang melanggar pasti tidak bisa membaca :P
Pawai
Ada beberapa tipe pawai pertama demonstrasi, selanjutnya supporter PSM, yang terakhir pengantar mayat.
Demonstran tidak perlu ditanya. Ini sih biangnya. Selanjutnya Supporter PSM entah kenapa selalu saja mengambil seluruh badan jalan, sudah jalannya ngebut - ngebut kadang boncengan bertiga, tidak ada yang pake helm tapi kok seperti raja jalanan ya?. Terakhir Pengantar Mayat ini lebih mengherankan karena yang diantar juga sudah meninggal ngapain juga buru - buru, setiap ada persimpangan ada yang memblokir jalan, terus biasanya didepan ada yang bawa bendera atau pun kayu yang diayun - ayunkan, bahkan pernah ada beberapa kejadian kayu - kayu yang diayunkan tersebut mengenai pengguna jalan lain. Ini yang bawa mayat mau juga jadi mayat kali ...
Klakson / Horn
Mengapa klakson menjengkelkan, pengguna jalan di Makassar banyak yang tidak bisa menggunakan klaksonnya seperti peruntukannya. Mau bukti?. Coba saja perhatikan di traffic light, begitu lampu ijo, klakson langsung bunyi, seolah - olah sang pengguna berteriak "Minggir !!!", Tidak sabaran?, ya ... mereka yang ada dibelakang, begitu lampu ijo seolah - olah jalanan adalah milik mereka. Bukannya mikir kalau setiap kendaraan butuh waktu sebelum bergerak. Belum lagi kalau pas traffic jam, wah klakson pasti rame ... atau mungkin dipikirnya dengan klakson traffic yang tadinya macet bisa langsung longgar, lagian siapa juga yang mau tinggal ditengah jalan tanpa sebab. Pernah sekali waktu saya berada di traffic light begitu lampu hijau, klakson dari belakan bunyi, saya noleh pasang muka sedikit sangar, sang supir pete-pete (yang bunyikan klakson) langsung nyahut, "Bukan kita Pak, yang didepan!!!", hehehehe.
Orang yang tidak bisa membaca
Ini istilah yang saya berikan ke mereka yang suka melanggar, apalagi kalau melanggar di jalan besar, lebih - lebih lagi kalau sampai bikin orang (hampir) kecelakaan. Wah! ini sih keterlaluan padahal sudah jelas - jelas rambu - rambu dibuat, kadang ditambah tulisan tapi tetap saja melanggar ... Yang melanggar pasti tidak bisa membaca :P
Pawai
Ada beberapa tipe pawai pertama demonstrasi, selanjutnya supporter PSM, yang terakhir pengantar mayat.
Demonstran tidak perlu ditanya. Ini sih biangnya. Selanjutnya Supporter PSM entah kenapa selalu saja mengambil seluruh badan jalan, sudah jalannya ngebut - ngebut kadang boncengan bertiga, tidak ada yang pake helm tapi kok seperti raja jalanan ya?. Terakhir Pengantar Mayat ini lebih mengherankan karena yang diantar juga sudah meninggal ngapain juga buru - buru, setiap ada persimpangan ada yang memblokir jalan, terus biasanya didepan ada yang bawa bendera atau pun kayu yang diayun - ayunkan, bahkan pernah ada beberapa kejadian kayu - kayu yang diayunkan tersebut mengenai pengguna jalan lain. Ini yang bawa mayat mau juga jadi mayat kali ...
Jumat, 25 Juli 2008
Kartu Pos dari Google
Saya sempat kaget dapat Postcard dari google, jangan - jangan $ 100, padahal sebelumnya sempat liat di account masih sekitar $ 10, ternyata saat ini google mengirim ke penayang adsense Indonesia jika nilai adsensenya sudah Rp. 100.000.
Postcard itu isinya pin yang dimasukkan guna pengiriman cek, tapi masih ada kendala, saya belum punya nomor pajak :D. Rencana mau urus tapi belum sempat - sempat juga :D.
Rabu, 23 Juli 2008
Gagal Total di PON XVII
Memulai latihan sejak Desember 2007, hingga hari H tapi tidak bisa memberikan hasil yang maksimal, bahkan kalah dari lawan yang pada Pra Kualifikasi PON kukalahkan pada perempat final.
Pra Kualifikasi boleh dikata merupakan hasil terbaik selama saya menjadi atlet, bisa menembus partai Final walau harus puas dengan medali Perak, tapi rupanya itu tidak cukup menjadi modal untuk mempersembahkan medali bagi kontingen PON Sulawesi Selatan pada PON XVII Kaltim.
Secara teori terjadi peningkatan signifikan dari hasil latihan, mulai dari segi fisik sampai teknik dan speed. Sebagai contoh pada test awal Vo2Max saya cuma sampai level 3, namun setelah test kedua naik menjadi level 7. Speed, ada suatu waktu saya bisa menendang sampai 54 tendangan dalam 15 detik.
Secara teori... siap, tapi kenyataanya dilapangan, Gagal.
Kemungkinan penyebab kekalahan :
Tidak pernah ada uji tanding
Harus diakui tidak adanya try out merupakan salah satu penyebab utama kegagalan, jika saja olahraga ini adalah olahraga terukur seperti renang, atletik dll maka latihan tanpa try out mungkin masih bisa memberikan hasil, namun ini adalah Taekwondo, dimana kita berhadapan dengan lawan, bukan hanya faktor teknik, speed, power tapi ada juga faktor X.
Tidak ada sparring partner
Kendala utama untuk uji tanding tidak bisa dipungkiri berhubungan dengan financial, praktis dibutuhkan dana yang cukup besar jika ingin try out. Untuk menyikapi hal tersebut maka sparring partner adalah solusi yang lebih bisa dijangkau, pada persiapan Pra PON, saya masih mempunyai sparring partnet dari kelas-kelas dibawahku seperti Reky yang turun di kelas feather, dan Ilham yang turun di kelas Light. Speed mereka cukup baik dan powernya juga tidak jauh beda dengan saya sehingga setiap kali latih tanding seolah - olah kami bertanding betulan. Namun pada persiapan pon ini mereka tidak lolos praktis, mereka pun tidak pernah lagi muncul di tempat latihan. Saya cuma punya teman latihan sesama atlet yang lolos Kualifikasi yaitu Cici Darmayanti, kelas fin putri, sudah kelasnya jauh dibawah, putri lagi. Latihan sparring tidak pernah maksimal karena begitu keras dikit Cici pasti tumbang, baru pada saat menjelang keberangkatan ada sparring partner namun sepertinya terlambat.
Faktor X
Ada keanehan pada sistem scoring yang digunakan pada PON XVII kali ini, Nilai bisa saja melompat seperti yang saya alami pada saat posisi poin 3-2 kemudian dengan sebuah tendangan kearah badan nilai berubah menjadi 6-2, sejak kapan sasaran badan bernilai 3. Juga tidak bisa terjadi pemberian nilai bersamaan, seperti pada saat lawan menendang dan saya melakukan counter harusnya keluar nilai masing - masing satu tapi begitu liat score hanya lawan yang dapat nilai. Sistem scoring ini berbeda dengan waktu Pra PON dan harus saya akui kalau sistem yang digunakan pada waktu Pra PON lebih baik, hanya karena Sang Technical Deligate juga siempunya alat sehingga terkesan "memaksakan" menggunakan peralatannya. bahkan para wasit juga sebenarnya tidak setuju dengan alat tersebut. Sialnya lagi alat tersebut pada hari pertama pertandingan sudah ada arena yang tidak bisa digunakan karena alatnya bermasalah. Namun sekali lagi karena siempunya alat ngotot, maka alat tersebut yang dipaksakan.
Apa mau dikata semua sudah berakhir, PON tinggal menjadi kenangan pahit yang sepertinya tidak akan bisa lagi ku ulangi karena usia. Kemungkinan bisa ikut PON lagi tapi sebagai pelatih.
Pra Kualifikasi boleh dikata merupakan hasil terbaik selama saya menjadi atlet, bisa menembus partai Final walau harus puas dengan medali Perak, tapi rupanya itu tidak cukup menjadi modal untuk mempersembahkan medali bagi kontingen PON Sulawesi Selatan pada PON XVII Kaltim.
Secara teori terjadi peningkatan signifikan dari hasil latihan, mulai dari segi fisik sampai teknik dan speed. Sebagai contoh pada test awal Vo2Max saya cuma sampai level 3, namun setelah test kedua naik menjadi level 7. Speed, ada suatu waktu saya bisa menendang sampai 54 tendangan dalam 15 detik.
Secara teori... siap, tapi kenyataanya dilapangan, Gagal.
Kemungkinan penyebab kekalahan :
Tidak pernah ada uji tanding
Harus diakui tidak adanya try out merupakan salah satu penyebab utama kegagalan, jika saja olahraga ini adalah olahraga terukur seperti renang, atletik dll maka latihan tanpa try out mungkin masih bisa memberikan hasil, namun ini adalah Taekwondo, dimana kita berhadapan dengan lawan, bukan hanya faktor teknik, speed, power tapi ada juga faktor X.
Tidak ada sparring partner
Kendala utama untuk uji tanding tidak bisa dipungkiri berhubungan dengan financial, praktis dibutuhkan dana yang cukup besar jika ingin try out. Untuk menyikapi hal tersebut maka sparring partner adalah solusi yang lebih bisa dijangkau, pada persiapan Pra PON, saya masih mempunyai sparring partnet dari kelas-kelas dibawahku seperti Reky yang turun di kelas feather, dan Ilham yang turun di kelas Light. Speed mereka cukup baik dan powernya juga tidak jauh beda dengan saya sehingga setiap kali latih tanding seolah - olah kami bertanding betulan. Namun pada persiapan pon ini mereka tidak lolos praktis, mereka pun tidak pernah lagi muncul di tempat latihan. Saya cuma punya teman latihan sesama atlet yang lolos Kualifikasi yaitu Cici Darmayanti, kelas fin putri, sudah kelasnya jauh dibawah, putri lagi. Latihan sparring tidak pernah maksimal karena begitu keras dikit Cici pasti tumbang, baru pada saat menjelang keberangkatan ada sparring partner namun sepertinya terlambat.
Faktor X
Ada keanehan pada sistem scoring yang digunakan pada PON XVII kali ini, Nilai bisa saja melompat seperti yang saya alami pada saat posisi poin 3-2 kemudian dengan sebuah tendangan kearah badan nilai berubah menjadi 6-2, sejak kapan sasaran badan bernilai 3. Juga tidak bisa terjadi pemberian nilai bersamaan, seperti pada saat lawan menendang dan saya melakukan counter harusnya keluar nilai masing - masing satu tapi begitu liat score hanya lawan yang dapat nilai. Sistem scoring ini berbeda dengan waktu Pra PON dan harus saya akui kalau sistem yang digunakan pada waktu Pra PON lebih baik, hanya karena Sang Technical Deligate juga siempunya alat sehingga terkesan "memaksakan" menggunakan peralatannya. bahkan para wasit juga sebenarnya tidak setuju dengan alat tersebut. Sialnya lagi alat tersebut pada hari pertama pertandingan sudah ada arena yang tidak bisa digunakan karena alatnya bermasalah. Namun sekali lagi karena siempunya alat ngotot, maka alat tersebut yang dipaksakan.
Apa mau dikata semua sudah berakhir, PON tinggal menjadi kenangan pahit yang sepertinya tidak akan bisa lagi ku ulangi karena usia. Kemungkinan bisa ikut PON lagi tapi sebagai pelatih.
Jumat, 23 Mei 2008
Adsense halaman indonesia WPA lagi
Baru beberapa saat menikmati google adsense dalam halaman indonesia, kini kembali lagi WPA. Belum juga dapat cek, hahahahaha ...
Apakah ada yang salah pada kode adsense yang saya pasang di website atau blog sehingga kembali lagi ke WPA (world publid Advertise alias iklan layanan masyarakat). Padahal baru - baru ini sempat halaman - halaman dengan tulisan berbahasa indonesia menampilkan adsense yang juga berbahasa indonesia.
Tapi apa yang berbeda dengan situs Ilmu Komputer sehingga mereka yang juga menggunakan bahasa indonesia sebagai tampilan bisa menampilkan iklan dari google, bahkan jauh sebelum google "mendukung" halaman dalam bahasa indonesia.
Gimana dong??? nunggu lagi???
Apakah ada yang salah pada kode adsense yang saya pasang di website atau blog sehingga kembali lagi ke WPA (world publid Advertise alias iklan layanan masyarakat). Padahal baru - baru ini sempat halaman - halaman dengan tulisan berbahasa indonesia menampilkan adsense yang juga berbahasa indonesia.
Tapi apa yang berbeda dengan situs Ilmu Komputer sehingga mereka yang juga menggunakan bahasa indonesia sebagai tampilan bisa menampilkan iklan dari google, bahkan jauh sebelum google "mendukung" halaman dalam bahasa indonesia.
Gimana dong??? nunggu lagi???
Senin, 21 April 2008
Install XP di SATA
Kasus :
Hardisk SATA, yang selama inisialisasi awal windows tidak mengenal dan menganggap hardisk tidak ada (padahal ada, wong sudah diinstall linux, gimana sih windows!). Driver bisa dimasukkan via floppy tapi sayangnya laptop yang saya pake tidak ada floppynya (hari gini windows masih minta pake floppy, kenapa tidak pake media lain seperti usb, emang di amerika masih ada yang jualan floppy), kalau mesti pasang floppy eksternal juga mubasir. Tetapi karena sesuatu dan lain hal "harus" install windows (waktu itu mo coba upgrade bios), Akhirnya browsing - browsing dapat cara untuk itu :D, Buat teman - teman yang punya masalah sama mungkin bisa memberikan sebuah referensi :P
Ada dua cara yang saya bisa saya lakukan, pertama cara susah dan sedikit bergaya hacker :P, dan yang kedua cara yang lebih susah lagi.
Cara Susahnya
Bisa melakukan injeksi driver sata ke installer windows, jadi nanti akan terdapat sebuah installer windows xp yang sudah berisikan driver sata dari hardisk yang digunakan, Kita membutuhkan software - software berikut:
Nlite
.Net Framework
Untuk informasi selengkapnya bisa baca disini (saya juga nemunya disitu kok) :
http://paparadit.blogspot.com/2007/06/installing-sata-hard-drive-with-windows.html
Kelemahan cara ini jika setiap kali menginstall untuk Hardisk SATA berbeda maka setiap kali itu juga kita menginject driver dan membuat cd installer baru.
Cara yang lebih susahnya
Disable SATA di bios, Hah! itu susah?, hahahaha, saya juga baru tau setelah susah payah menginjeksi driver sata ke installer xp. Info ini saya dapat dari teman cuma lupa website/blognya (bukan via blog tapi ngobrol langsung).
Masuk ke bios, cari dukungan SATA atau yang menyinggung soal legacy os, alias OS lawas. Setelah itu jangankan windows xp windows 98 juga bisa diinstall karena hardisknya dianggap ATA bukan lagi SATA. Hanya saja (ini saya rasa) setelah windowsnya terinstall dan bios dibalikin ke sata enable lagi trus windows layar biru, :(. Hiks
Hardisk SATA, yang selama inisialisasi awal windows tidak mengenal dan menganggap hardisk tidak ada (padahal ada, wong sudah diinstall linux, gimana sih windows!). Driver bisa dimasukkan via floppy tapi sayangnya laptop yang saya pake tidak ada floppynya (hari gini windows masih minta pake floppy, kenapa tidak pake media lain seperti usb, emang di amerika masih ada yang jualan floppy), kalau mesti pasang floppy eksternal juga mubasir. Tetapi karena sesuatu dan lain hal "harus" install windows (waktu itu mo coba upgrade bios), Akhirnya browsing - browsing dapat cara untuk itu :D, Buat teman - teman yang punya masalah sama mungkin bisa memberikan sebuah referensi :P
Ada dua cara yang saya bisa saya lakukan, pertama cara susah dan sedikit bergaya hacker :P, dan yang kedua cara yang lebih susah lagi.
Cara Susahnya
Bisa melakukan injeksi driver sata ke installer windows, jadi nanti akan terdapat sebuah installer windows xp yang sudah berisikan driver sata dari hardisk yang digunakan, Kita membutuhkan software - software berikut:
Nlite
.Net Framework
Untuk informasi selengkapnya bisa baca disini (saya juga nemunya disitu kok) :
http://paparadit.blogspot.com/2007/06/installing-sata-hard-drive-with-windows.html
Kelemahan cara ini jika setiap kali menginstall untuk Hardisk SATA berbeda maka setiap kali itu juga kita menginject driver dan membuat cd installer baru.
Cara yang lebih susahnya
Disable SATA di bios, Hah! itu susah?, hahahaha, saya juga baru tau setelah susah payah menginjeksi driver sata ke installer xp. Info ini saya dapat dari teman cuma lupa website/blognya (bukan via blog tapi ngobrol langsung).
Masuk ke bios, cari dukungan SATA atau yang menyinggung soal legacy os, alias OS lawas. Setelah itu jangankan windows xp windows 98 juga bisa diinstall karena hardisknya dianggap ATA bukan lagi SATA. Hanya saja (ini saya rasa) setelah windowsnya terinstall dan bios dibalikin ke sata enable lagi trus windows layar biru, :(. Hiks
Selasa, 08 April 2008
Opera is my fave browser
Opera telah saya gunakan sejak beberapa tahun lalu, keunggulannya (yang waktu itu) adalah default tabnya sehingga mudah melakukan navigasi window dari setiap browser yang dibuka.
Namun belakangan setelah menggunakan gnome, saya menemukan beberapa "ketidaknyamanan" menggunakan opera, yaitu selalu muncul buddy error saat mengakses situs - situs tertentu.
Tapi ada yang membuat saya "terpaksa" menggunakan kembali opera, salah satu kelebihannya adalah file yang didownload bisa diresume alias dilanjutkan lagi. Hal ini terasa sekali pada saat mengakses situs yang cukup sibuk atau koneksi yang rada lelet sehingga sering mendapatkan discon alias disconnect:D.
Seperti yang terjadi baru saja, saya mendownload driver - driver dari sebuah laptop yang file - filenya lumayan gede, saat menggunakan firefox begitu error saya tidak bisa melakukan apa - apa lagi, otomatis harus ulang dari awal, disinilah yang membuat saya memaksa menggunakan opera lagi, karena file yang tadi download kemudian putus bisa dilanjutkan lagi hanya dengan menekan tombol resume di window transfer.
Sepertinya saya akan mencoba memaksakan penggunaan opera lagi, dan mecari tahu kenapa selalu muncul bug buddy error.
Hidup Opera!!!
Namun belakangan setelah menggunakan gnome, saya menemukan beberapa "ketidaknyamanan" menggunakan opera, yaitu selalu muncul buddy error saat mengakses situs - situs tertentu.
Tapi ada yang membuat saya "terpaksa" menggunakan kembali opera, salah satu kelebihannya adalah file yang didownload bisa diresume alias dilanjutkan lagi. Hal ini terasa sekali pada saat mengakses situs yang cukup sibuk atau koneksi yang rada lelet sehingga sering mendapatkan discon alias disconnect:D.
Seperti yang terjadi baru saja, saya mendownload driver - driver dari sebuah laptop yang file - filenya lumayan gede, saat menggunakan firefox begitu error saya tidak bisa melakukan apa - apa lagi, otomatis harus ulang dari awal, disinilah yang membuat saya memaksa menggunakan opera lagi, karena file yang tadi download kemudian putus bisa dilanjutkan lagi hanya dengan menekan tombol resume di window transfer.
Sepertinya saya akan mencoba memaksakan penggunaan opera lagi, dan mecari tahu kenapa selalu muncul bug buddy error.
Hidup Opera!!!
Langganan:
Postingan (Atom)