Tulisan ini muncul terinspirasi dari tulisan Khalid soal metode pengajaran
Setiap kali saya bertemu dengan rekan - rekan pengajar dan berkesempatan membicarakan tentang pengajaran hal ini yang paling saya tekankan, "Konsep" bukan produk, karena kecendrungan orang - orang yang belajar karena metode produk jadi menghafal bukan memahami. Terkadang ini juga menimbulkan fanatisme buta tentang suatu produk, padahal segala sesuatu ada plus minusnya.
Saya sebenarnya sangat miris melihat hasil - hasil keluaran sekolah - sekolah maupun kampus - kampus berbasis IT, terkadang apa yang diharapkan sangat jauh dari kenyataan, yang lebih parah jika memberikan pernyataan yang sepertinya mereka sendiri tidak mengerti apa yang mereka utarakan sebagai contoh saya pernah melakukan perbincangan seperti ini :
saya : Maaf saya biasa pake GUI untuk untuk urusan seperti itu
xxx : waduh pak saya tidak bisa pake GUI.
saya : hah? tidak bisa pake GUI, yang tidak bisa pake GUI kalau tidak bisa klik mouse, pake KDE tidak?
xxx : saya pake KDE.
saya : @#$$*&
Atau seperti ini :
"Kan tinggal compile, kalian pasti biasa compile program", "tidak pak!, kami tidak pernah compile program", "jadi untuk tau programnya bekerja atau tidak gimana?", "kan tinggal run pak!".
Dari sini bisa disimpulkan bahwa masih banyak dari mereka yang memahami segala sesuatunya dengan pendekatan produk, GUI dianggap sebagai sebuah produk padahal GUI kependekan dari Graphical User Interface alias tampilan grafis, sekarang hal ini sudah menjadi wajib bagi pengguna komputer umum.
Dilain sisi juga tidak mengerti "compile" pada setiap saat mereka lakukan walau tanpa sepengetahuan mereka, setiap kali program (compiler) di run pasti dicompile sebelum di run, tapi karena kenalnya produk tekan fungsi ini maka akan muncul hasilnya. Coba dengan pendekatan konsep, tulis programnya dalam format text dengan ekstensi tertentu yang didukung oleh bahasa programnya, selanjutnya kompilasi (dan link) untuk selanjutnya di run.
Untuk kasus dunia pendidikan para pengajar tidak lagi mengajarkan menu tapi konsep, seperti pada word processor, setiap dari word processor punya metode untuk menebalkan huruf (bold), memiringkannya (italic), punya metode untuk paragraf, pengaturan halaman dll. Di spreadsheet pasti punya kolom dan baris serta metode pengolahan angka. Pada presentasi semua punya metode slide dan efek.
Di bagian pemrograman misalnya, setiap bahasa pemrograman punya metode mencetak kelayar, pengecekan kondisi, perulangan, sehingga tidak perlu diajarkan produk yang berbeda tapi diberikan kebebasan pada setiap (maha)siswa untuk memilih sesuai dengan minatnya.
Semoga dengan cara ini kualitas lulusan jadi lebih baik karena mereka tidak tergantung pada satu produk tapi mengerti konsepnya, mau pake apa saja yang penting kerjaan selesai :D
Tampilkan postingan dengan label programming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label programming. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Agustus 2008
Kamis, 14 Agustus 2008
Debug
Apa yang terlintas jika mendengar kata "Debug". Mungkin bagi beberapa pengguna awam komputer itu berhubungan dengan error sebuah program, atau bagi programmer awam bisa jadi merupakan proses programming yang melibatkan low level language, atau biasanya berhubungan dengan hexadecimal. :(
Debug sendiri awalnya adalah penemuan sebuah kutu yang terjepit pada sebuah relay dikomputer yang masih menggunakan relay dan transistor yang mengakibatkan kesalahan output program, sejak itu jika terjadi kesalahan pada komputer disebut dengan "bug", proses pencarian kesalah sendiri disebut "debug"
Tidak ada orang yang sempurna, oleh karena itu kenapa ada "debug", debug sendiri sebenarnya sebuah tools pemrograman yang memungkinkan menelusuri kesalahan program, umumnya kesalahan itu yang bersifat logical error atau kesalahan logika.
Mereka yang biasa melakukan pemrograman pasti paham bahwa kesalahan logika yang paling sulit untuk diperbaiki, karena kesalahan syntax sudah ditangani oleh bahasa pemrograman itu sendiri, tapi kesalahan logika merupakan kesalahan pada sisi sang penulis program, secara bahasa pemrograman tidak ada kesalahan tapi output yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan
Bagi sebagian programmer mungkin tidak menganggap penting hal ini (merasa kalau programmingnya sudah baik) tapi jika saja mengetahui kita bisa mempersingkat waktu untuk menelusuri kesalahan program mungkin akan berfikir ulang, kemungkinan lain yang menjadi penyebab dicuekinnya debug dari para programmer karena tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya :D. Umumnya buku - buku yang membahas masalah pemrograman di indonesia tidak / jarang memperkenalkan debug sebagai satu kesatuan dalam pemrograman, sehingga bisa jadi penyebab kurangnya pemahaman akan penting dan baiknya menggunakan debug.
Saya pertama kali bermain - main dengan debug setelah mencoba bermain - main dengan C di linux, setelah itu saya merasa bahwa dengan debug kita bisa melakukan penelusuran seolah - olah kita berada didalam program itu sendiri, karena kita bisa menentukan untuk melanjutkan perintah atau memeriksa kondisi, status, isi dari sebuah variable.
Sebelumnya saya menuliskan isi dari variable atau kondisi atau status dari sebuah ekspresi keluar ke layar, konyol memang tapi waktu itu saya hanya tau itu, hehehe.
Untuk saat ini saya sudah merasa kalau melakukan pemrograman tanpa debug seperti makan sayur tanpa garam :D.
Untuk dilinux gdb merupakan debugger yang paling banyak digunakan, untuk pemrograman di windows biasanya include dalam IDE atau RAD.
Saya menuliskan ini karena merasa sangat tertolong menelusuri bug pada program. Saya sampe berfikir, bagaimana caranya melakukan debug di php ya??? ... hehehehe
Debug sendiri awalnya adalah penemuan sebuah kutu yang terjepit pada sebuah relay dikomputer yang masih menggunakan relay dan transistor yang mengakibatkan kesalahan output program, sejak itu jika terjadi kesalahan pada komputer disebut dengan "bug", proses pencarian kesalah sendiri disebut "debug"
Tidak ada orang yang sempurna, oleh karena itu kenapa ada "debug", debug sendiri sebenarnya sebuah tools pemrograman yang memungkinkan menelusuri kesalahan program, umumnya kesalahan itu yang bersifat logical error atau kesalahan logika.
Mereka yang biasa melakukan pemrograman pasti paham bahwa kesalahan logika yang paling sulit untuk diperbaiki, karena kesalahan syntax sudah ditangani oleh bahasa pemrograman itu sendiri, tapi kesalahan logika merupakan kesalahan pada sisi sang penulis program, secara bahasa pemrograman tidak ada kesalahan tapi output yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan
Bagi sebagian programmer mungkin tidak menganggap penting hal ini (merasa kalau programmingnya sudah baik) tapi jika saja mengetahui kita bisa mempersingkat waktu untuk menelusuri kesalahan program mungkin akan berfikir ulang, kemungkinan lain yang menjadi penyebab dicuekinnya debug dari para programmer karena tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya :D. Umumnya buku - buku yang membahas masalah pemrograman di indonesia tidak / jarang memperkenalkan debug sebagai satu kesatuan dalam pemrograman, sehingga bisa jadi penyebab kurangnya pemahaman akan penting dan baiknya menggunakan debug.
Saya pertama kali bermain - main dengan debug setelah mencoba bermain - main dengan C di linux, setelah itu saya merasa bahwa dengan debug kita bisa melakukan penelusuran seolah - olah kita berada didalam program itu sendiri, karena kita bisa menentukan untuk melanjutkan perintah atau memeriksa kondisi, status, isi dari sebuah variable.
Sebelumnya saya menuliskan isi dari variable atau kondisi atau status dari sebuah ekspresi keluar ke layar, konyol memang tapi waktu itu saya hanya tau itu, hehehe.
Untuk saat ini saya sudah merasa kalau melakukan pemrograman tanpa debug seperti makan sayur tanpa garam :D.
Untuk dilinux gdb merupakan debugger yang paling banyak digunakan, untuk pemrograman di windows biasanya include dalam IDE atau RAD.
Saya menuliskan ini karena merasa sangat tertolong menelusuri bug pada program. Saya sampe berfikir, bagaimana caranya melakukan debug di php ya??? ... hehehehe
Langganan:
Postingan (Atom)