Minggu, 30 Maret 2008

Hore, Adsense Support Tulisan Indonesia

Setelah sekian lama menuggu dan sedikit maksa pasang adsense akhirnya keinginan untuk menggunakan adsense dengan tulisan berbahasa indonesia terwujud :D, penantian itu berbuah juga, masih teringat sebuah postingan blog dari Mas Priyadi soal adsense bahwa suatu saat qoogle akan mendukung tulisan berbahasa indonesia.

Sebelumnya tulisan dengan bahasa Indonesia hanya akan menampilkan pesan layanan masyarakat, beberapa hari setelah adsense tersebut dipasang. Tapi seperti dugaan Priyadi bahwa pasar Indonesia tidak akan diabaikan oleh google, buktinya beberapa hari ini sudah bukan pesan layanan masyarakat lagi yang ditampilkan, bahkan iklan - iklan yang muncul berasal dari pemasang iklan dari indonesia itu sendiri.

Hal ini cukup menggembirakan mengingat dulu sewaktu belum mendukung bahasa indonesia beberapa orang menyarankan untuk menggunakan trik - trik tertentu atau menulis menggunakan bahasa inggris, hanya saja tidak semua orang mampu dan menulis dengan trik tertentu juga mneghilangkan ciri dari penulis itu sendiri.

Namun saat ini tulisan berbahasa indonesia sudah didukung, pemasang iklan juga sudah semakin banyak memasang iklan di google, dengan demikian diharapkan klik dari IP indonesia juga sudah tidak lagi masuk sebagai kategori "fraud click" atau klik penipuan, klik sendiri :D. Mudah - mudahan juga ada transaksi dari iklan - iklan yang ditampilkan para penayang antar indonesia maksudnya pembeli dari indonesia dan penayangnya juga indonesia

Kini saatnya membuat tulisan - tulisan / blog yang menarik sehingga, blog yang dibuat menarik dan bermanfaat bagi pengunjung, tidak perlu lagi melakukan trik khusus dalam penulisan, tulis saja apa adanya seperti ciri penulis itu sendiri, buat tulisan yang bermanfaat, berguna bagi orang lain sehingga pengunjung akan selalu tertarik untuk mengunjungi kembali dikemudian hari.

Selamat ber"AdSense" ria
Tetaplah menulis, tetaplah ngeblog

Sabtu, 29 Maret 2008

Blok Pornografi? Bisa tidak yah?

Media pengakses pornografi yang saat ini paling mudah adalah internet, saking mudahnya sehingga anak kecil pun bisa mengaksesnya, bahkan mereka yang awalnya akan mengakses situs yang benar jadi tergoda dengan melihat, ataupun salah mengklik di history sebuah browser. Bahkan saat ini (beberapa kaum/kelompok masyarakat) indonesia sudah me"lumrah"kan pornografi. Indonesia tidak lagi menjunjung budaya timur yang dulu diagungkan, mungkin karena sudah menjadi sifat alami kali?. Pornografi tidak bisa dipungkuri sudah ada sejak mulainya manusia itu sendiri. Internet juga termasuk yang menerima keuntungan dari pornografi, dengan banyaknya domain - domain porno, hosting - hosting porno, traffic internet yang mengandung pornografi.

Internet seperti juga pedang bermata dua, disatu sisi bisa menjadi sebuah media penyebaran informasi yang berguna seperti pendidikan, berita dll. Tapi bisa juga menjadi penyebaran informasi negatif salah satunya pornografi, masih ada lagi informasi negatif yang lain seperti propaganda pertentangan agama, terorisme, dll. Tapi mengapa yang paling menonjol adalah pornografi?.

Pengakses internet indonesia masih didominasi oleh pengakses situs porno, sehingga wajar saja jika ada anggapan bahwa warnet adalah sarang pornografi, mungkin karena juga semua berita yang muncul di media massa tentang internet adalah berita pornografi, coba perhatikan setiap kali ada berita heboh seputar pornografi selalu disebut tersebar di internet, walau akhir - akhir ini mulai digoyang oleh penyebaran via handphone. Sehingga "image" internet dimasyarakat sudah terbentuk dengan sendirinya bahwa "internet = porno".

Niatan pemerintah untuk memblokir situs porno, disatu pihak bisa disebut sebagai penyelamat generasi muda, walaupun disisi lain menjadi pengganggu bagi pelanggan konten porno.
Yang jadi "PR" dari pemerintah adalah : Bisakah semua yang berbau porno di blok?. Mengingat banyaknya situs porno itu sendiri. Mulai dari yang berdomain pasti sampai yang dihosting gratisan, mulai dari yang profesional sampai yang baru belajar.

Asalkan pemerintah tidak memblok akses internet seperti halnya pemerintah cina. Wah tidak bisa bloggin dong :D

Senin, 24 Maret 2008

Sakit Gigi

Selasa (18/03) pagi gigiku "nyut - nyut", awalnya saya kira seperti biasa saja karena memang ada lubang pada gigiku, paling beberapa jam kedepan sudah berhenti, but, sampe beberapa jam makin menyiksa :((. Kali ini bukan hal biasa yang terjadi pada gigiku :(.

Semalaman itu gigiku sakit, saya pun tidak bisa tidur, ini berlanjut sampai besok sialnya saya harus latihan sehabis magrib. Bukannya saya tidak berusaha untuk mengobati tapi sepertinya antalgin tidak mempan, pengaruhnya paling sejam - dua jam abis itu mulai lagi deh nyut - nyut of death datang lagi. Kumur - kumur dengan air garam juga tidak ada hasilnya, coba kumur - kumur pake albotil juga gagal, pake chlorofil juga sia - sia. Untungnya latihan hari jumat ditiadakan karena pelatihku bakalan ke gereja buat ibadah jumat agung. Sialnya karena liburan mulai dari hari kamis maka nanti hari senin baru saya bisa periksakan gigiku ke dokter :((. Walhasil saya harus menahan selama itu :((.

Hingga jumat malam baru saya sadari kalau ternyata "nyut - nyut" itu bisa "tenang" kalau saya tidak bergerak - gerak, jadi kalau selama ini saya gerak kesana kemari jadi rasa itu tidak pernah pergi :((. Akhirnya jumat malam itu saya tidur tidak bergerak - gerak, untuk menghindari "rasa itu" datang tanpa permisi, akhirnya saya bisa juga tidur normal yang sejak selasa terganggu.

But, saya dapat oleh - oleh, walaupun sudah tidak lagi begitu "sakit" tapi pipiku jadi bengkak, weks, jangan - jangan ini jadi masalah lagi sebelum ditambal, maksudnya harus disembuhin dulu bengkaknya baru ditambal, tapi yang jelas hari ini siap - siap kedokter, mudah - mudahan bisa segera ditambal dan problem ini tidak lagi mengganggu setidaknya dalam waktu dekat ini, Amin.

Selasa, 04 Maret 2008

Makassar Banjir

Pagi cerah, siang agak mendung, sore sudah gelap, menjelang malam hujan keras. Sialnya saya harus keluar rumah, keluar rumah sekitar jam 5, tapi baru sampai di depan SPN Batua sudah mulai hujan. Sampai jam setengah enam berteduh akhirnya diputuskan untuk melewati hujan, baru sampai di depan pemakaman Panaikang, macet menyambut.

Ditengah hujan lebat, sebuah tabrakan menambah macet arus lalu lintas, ditambah lagi dengan pejabat yang seenaknya menggunakan jalan dengan lengkap dengan bus besar memaksa menggunakan jalan dan mengakibatkan macet jadi lebih parah. Beberapa meter dari Pemakaman Panaikang, arus air dari selokan sudah kelihatan deras, beberapa meter kedepan lagi air sudah berada dijalan, menggenangi sisi jalan, saya mencoba mengendarai motor melewati air dengan kaki diturunkan, sekedar jaga - jaga jangan sampai saya berjalan bukan diatas aspal :D, kemacetan bertambah parah di depan kantor gubernur Sulawesi Selatan. Setelah melewati kantor gubernur, akhirnya kemacetan terlewati, walaupun hujan masih belum mau kompromi.
,

Pejabat Show Of

Sepertinya para pejabat / petinggi - petinggi Kota Makassar dan Provinsi SULSEL, makin suka pamer kekuasaan saja alias "show of" yang paling terasa dan membuat saya merasa kesal adalah cara mereka menggunakan jalan.

Dengan sirene yang kencang ditambah pengawalan polisi bermotor gede, kendaraan - kendaraan para pejabat melaju dengan kencang tanpa rambu - rambu, seolah mereka adalah pemilik jalan, ironis. Bukankah mereka harusnya memberi contoh kepada rakyat tentang berperilaku yang baik dijalan. Parahnya lagi, jalan dan lalu lintas dimakassar lumayan semrawut, dan boleh dikata setiap ada persimpangan terjadi kemacetan.

Jika pada posisi dipersimpangan dengan tingkat kemacetan yang serius, tiba - tiba terdengar sirene, perasaan jadi sebel banget, karena lalu lintas lagi padat, pejabat maksa jalan, pengguna jalan lain disuruh minggir ditengah padatnya lalu lintas, Bangsat!

Rabu, 27 Februari 2008

Seharian jadi Operator Warnet

Selasa kemarin (26 feb 08), operator - operator warnet pada sakit, sang owner juga ada perlu sehingga tidak bisa nungguin warnet.

Saya ditelepon oleh sang owner tapi karena lagi di kamar mandi jadi nggak dengar, setelah liat ada miskol dari warnet, saya pun menuju warnet, langsung disambut dengan "Kebetulan, semua operator pada sakit tolong bantuin jaga", kata sang owner. Weks, terang saja saya bingung, selama ini kalau ke warnet cuma buat numpang internetan sama troubleshootign kalau lagi ada masalah, but, it's ok lah, sekali - sekali.

Setelah penjelasan singkat dari owner soal apa yang harus dilakukan oleh operator, akhirnya beliaupun meninggalkan saya sendirian, awalnya sih asyik soalnya belum ada user, jadi bandwidth kepake semua sama saya hahahaha, tapi begitu sudah mulai ada user saya juga sudah mulai panik, user bertambah kepanikanku juga. Belum lagi ada yang harus ngeprint, belanja makanan dan minuman ringan, ngembaliin uang bayaran user.

Pas begitu operator yang harusnya masuk shift berikutnya juga masih sakit sehingga tidak bisa datang, waduh!!!.

Saya pun menghubungi sang owner yang katanya sudah balik jam 1 tapi sampe jam 4 belum datang - datang, :((. Akhirnya tiba operator pengganti tiba, saya sudah bisa bernafas lega, tapi belum semuanya karena rupanya catatanku dengan uang yang di kas selisih, waduh!!!!, selisihnya lumayan gede, plus tujuh tibu, untung aja plus coba minus nombok saya :((. Akhirnya dimasukin di pos lain - lain :((.

Bah!, jadi operator warnet juga bukan kerjaan mudah :D

Selasa, 19 Februari 2008

Think Linux Way

Linux merupakan sebuah environment yang berbeda, dan datang dari tujuan awal yang berbeda pula sehingga yang dibutuhkan bagi seorang pengguna baru adalah menyesuaikan dengan kondisi linux.
Banyak dari rekan - rekan saya yang mencoba - coba linux, terkesan memaksakan linux berlaku seperti sistem operasi yang mereka juga gunakan. Padahal ada beberapa hal prinsipal yang membedakan linux dengan sistem operasi yang selama ini digunakan.
Saya sendiri menggunakan linux karena mencoba menggunakan sistem yang legal, bahkan yang halalan tayyiban (minjam istilah wong solo), sudah bosan berurusan dengan virus.
Hal - hal yang menurut saya "wajib" dipahami oleh pengguna linux:

README
Saya sangat bersyukur mengenal linux yang masih buruk rupa laksana ulat (saat itu instalasi semua distro masih menggunakan textmode), sehingga walaupun linux sudah bertransformasi menjadi kupu - kupu yang indah hanya merupakan sebuah "bonus". Tapi yang menjadi point paling penting dari setiap lingkungan linux adalah dokumentasi.
Hampir disemua software disertakan dokumentasi instalasi dan penggunaannya, namun karena kebiasaan di sistem lama yang "tidak pernah" menengok help sehingga hal ini menjadi sesuatu yang langka dan aneh untuk dilakukan.
Ingat istilah "Open Source" artinya "kode programnya tersedia", untuk mengubahnya menjadi software yang siap pakai kita harus mengcompilenya. Bagaimana caranya?, hal tersebut sudah ada didokumentasi software yang bersangkutan. Precompiled software memang sangat membantu, namun untuk beberapa kasus, "terpaksa" harus menginstall dari source. Hal ini yang sebisa mungkin "dihindari" oleh pengguna sistem yang populer itu.

Berharap Terlalu Banyak
Beberapa pengguna software terlalu meng"agung"kan suatu software tertentu, walaupun masih menggunakan yang "bajakan", sehingga mengharapkan aplikasi padanan di linux itu berfungsi se"sempurna" software komersil yang mereka bajak. Hal ini tidak ada salahnya, tapi perlu dipahami software komersil dibuat oleh programmer yang digaji sedangkan software opensource bekerja tanpa gaji. Awalnya semua software yang ditulis hanya untuk keperluan pribadi, tapi karena sifatnya yang opensource ada beberapa yang dimodifikasi oleh orang - orang yang lain sehingga menjadi software yang sangat baik.

Memaksakan "Gaya" dari sistem lain
Ibarat pindah ke suatu daerah, selalu ada yang terasa berbeda diawalnya, hanya saja kita yang butuh menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Jika sebelumnya begitu keluar ketemu warung, mungkin ditempat yang baru itu mesti jalan beberapa (ratus) meter, atau bukan warung tapi penjual rokok misalnya. Hal ini juga berlaku dengan penggunaan software, jangan karena "belum menemukan" fungsi yang biasa digunakan lantas mengatakan software ini atau software itu jelek. Begitupula dengan beberapa hal instant lainnya, saya beberapa kali mendapat pertanyaan soal instalasi mail server menggunakan qmailrock, begitu saya balik tanya kenapa tidak diinstall satu - satu saja dulu, kan bisa tau kalau ada masalah itu dibagian mana? jawabannya macam - macam namun intinya adalah mencoba memaksakan dengan menggunakan sistem yang instant.

Textmode Phobia
Sepertinya textmode sudah begitu menyeramkan bagi pengguna baru dilinux, mungkin karena ditempat sebelumnya teks mode tidak berhubungan dengan GUI, sehingga penggunaan teksmode ditempat sebelumnya praktis sangat minim atau bisa saja tidak pernah dilakukan. Lain halnya dengan Linux dimana GUI umumnya merupakan versi indah dari command text, satu hal yang sampai saat ini tidak pernah saya lihat di system operasi populer ini adalah, mendengarkan musik dengan teks mode, apalagi menonton file video, padahal hal tersebut adalah biasa di linux. Masih banyak lagi yang lain seperti memburn CD/DVD, setting server dll. Hal ini yang mesti ditekankan apalagi jika bertemu dengan pengguna yang sedikit advance, “Tidak perlu takut di textmode”.

Mudah-mudahan bisa membuka mata para pencoba linux untuk lebih memahami linux, bukan mencoba memaksakan kondisinya ke linux