Rabu, 27 Februari 2008

Seharian jadi Operator Warnet

Selasa kemarin (26 feb 08), operator - operator warnet pada sakit, sang owner juga ada perlu sehingga tidak bisa nungguin warnet.

Saya ditelepon oleh sang owner tapi karena lagi di kamar mandi jadi nggak dengar, setelah liat ada miskol dari warnet, saya pun menuju warnet, langsung disambut dengan "Kebetulan, semua operator pada sakit tolong bantuin jaga", kata sang owner. Weks, terang saja saya bingung, selama ini kalau ke warnet cuma buat numpang internetan sama troubleshootign kalau lagi ada masalah, but, it's ok lah, sekali - sekali.

Setelah penjelasan singkat dari owner soal apa yang harus dilakukan oleh operator, akhirnya beliaupun meninggalkan saya sendirian, awalnya sih asyik soalnya belum ada user, jadi bandwidth kepake semua sama saya hahahaha, tapi begitu sudah mulai ada user saya juga sudah mulai panik, user bertambah kepanikanku juga. Belum lagi ada yang harus ngeprint, belanja makanan dan minuman ringan, ngembaliin uang bayaran user.

Pas begitu operator yang harusnya masuk shift berikutnya juga masih sakit sehingga tidak bisa datang, waduh!!!.

Saya pun menghubungi sang owner yang katanya sudah balik jam 1 tapi sampe jam 4 belum datang - datang, :((. Akhirnya tiba operator pengganti tiba, saya sudah bisa bernafas lega, tapi belum semuanya karena rupanya catatanku dengan uang yang di kas selisih, waduh!!!!, selisihnya lumayan gede, plus tujuh tibu, untung aja plus coba minus nombok saya :((. Akhirnya dimasukin di pos lain - lain :((.

Bah!, jadi operator warnet juga bukan kerjaan mudah :D

Selasa, 19 Februari 2008

Think Linux Way

Linux merupakan sebuah environment yang berbeda, dan datang dari tujuan awal yang berbeda pula sehingga yang dibutuhkan bagi seorang pengguna baru adalah menyesuaikan dengan kondisi linux.
Banyak dari rekan - rekan saya yang mencoba - coba linux, terkesan memaksakan linux berlaku seperti sistem operasi yang mereka juga gunakan. Padahal ada beberapa hal prinsipal yang membedakan linux dengan sistem operasi yang selama ini digunakan.
Saya sendiri menggunakan linux karena mencoba menggunakan sistem yang legal, bahkan yang halalan tayyiban (minjam istilah wong solo), sudah bosan berurusan dengan virus.
Hal - hal yang menurut saya "wajib" dipahami oleh pengguna linux:

README
Saya sangat bersyukur mengenal linux yang masih buruk rupa laksana ulat (saat itu instalasi semua distro masih menggunakan textmode), sehingga walaupun linux sudah bertransformasi menjadi kupu - kupu yang indah hanya merupakan sebuah "bonus". Tapi yang menjadi point paling penting dari setiap lingkungan linux adalah dokumentasi.
Hampir disemua software disertakan dokumentasi instalasi dan penggunaannya, namun karena kebiasaan di sistem lama yang "tidak pernah" menengok help sehingga hal ini menjadi sesuatu yang langka dan aneh untuk dilakukan.
Ingat istilah "Open Source" artinya "kode programnya tersedia", untuk mengubahnya menjadi software yang siap pakai kita harus mengcompilenya. Bagaimana caranya?, hal tersebut sudah ada didokumentasi software yang bersangkutan. Precompiled software memang sangat membantu, namun untuk beberapa kasus, "terpaksa" harus menginstall dari source. Hal ini yang sebisa mungkin "dihindari" oleh pengguna sistem yang populer itu.

Berharap Terlalu Banyak
Beberapa pengguna software terlalu meng"agung"kan suatu software tertentu, walaupun masih menggunakan yang "bajakan", sehingga mengharapkan aplikasi padanan di linux itu berfungsi se"sempurna" software komersil yang mereka bajak. Hal ini tidak ada salahnya, tapi perlu dipahami software komersil dibuat oleh programmer yang digaji sedangkan software opensource bekerja tanpa gaji. Awalnya semua software yang ditulis hanya untuk keperluan pribadi, tapi karena sifatnya yang opensource ada beberapa yang dimodifikasi oleh orang - orang yang lain sehingga menjadi software yang sangat baik.

Memaksakan "Gaya" dari sistem lain
Ibarat pindah ke suatu daerah, selalu ada yang terasa berbeda diawalnya, hanya saja kita yang butuh menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Jika sebelumnya begitu keluar ketemu warung, mungkin ditempat yang baru itu mesti jalan beberapa (ratus) meter, atau bukan warung tapi penjual rokok misalnya. Hal ini juga berlaku dengan penggunaan software, jangan karena "belum menemukan" fungsi yang biasa digunakan lantas mengatakan software ini atau software itu jelek. Begitupula dengan beberapa hal instant lainnya, saya beberapa kali mendapat pertanyaan soal instalasi mail server menggunakan qmailrock, begitu saya balik tanya kenapa tidak diinstall satu - satu saja dulu, kan bisa tau kalau ada masalah itu dibagian mana? jawabannya macam - macam namun intinya adalah mencoba memaksakan dengan menggunakan sistem yang instant.

Textmode Phobia
Sepertinya textmode sudah begitu menyeramkan bagi pengguna baru dilinux, mungkin karena ditempat sebelumnya teks mode tidak berhubungan dengan GUI, sehingga penggunaan teksmode ditempat sebelumnya praktis sangat minim atau bisa saja tidak pernah dilakukan. Lain halnya dengan Linux dimana GUI umumnya merupakan versi indah dari command text, satu hal yang sampai saat ini tidak pernah saya lihat di system operasi populer ini adalah, mendengarkan musik dengan teks mode, apalagi menonton file video, padahal hal tersebut adalah biasa di linux. Masih banyak lagi yang lain seperti memburn CD/DVD, setting server dll. Hal ini yang mesti ditekankan apalagi jika bertemu dengan pengguna yang sedikit advance, “Tidak perlu takut di textmode”.

Mudah-mudahan bisa membuka mata para pencoba linux untuk lebih memahami linux, bukan mencoba memaksakan kondisinya ke linux

Sabtu, 26 Januari 2008

Undangan Seleksi Pelatnas

Kamis, 24 Jan 08, Sabeum Nim Charles, Pelatih Kepala Tim Taekwondo PON XVII Kaltim menelepon. "Man, kamu ada undangan seleksi pelatnas, siap - siap yah, seleksinya tanggal 1 - 2 Februari Bulan depan (Feb 08)". Saya tidak tahu perasaan saya saat itu. Ada senang, ada juga cemas, ada juga khawatir.

Saat menerima telepon tersebut saya merasa kondisi fisik sedang payah - payahnya, kondisi yang belum fit benar karena beberapa hari yang lalu kena demam tinggi, belum lagi berat badan yang jauh melebihi berat maksimal dari kelas yang seharusnya saya ikuti hal ini membuat saya cemas.

Selain juga cemas, saya juga khawatir soalnya seleksi pelatnas bukan hal mudah, mereka yang dipanggil bukan orang sembarangan (berarti termasuk saya dong hihihihihi), saya harus siap - siap babak belur apalagi dengan kondisi fisik yang memang lagi payah.

Tapi ada juga rasa senang campur semangat yang muncul, karena kapan lagi bisa melawan orang - orang hebat, bukankah ini menjadi pengalaman yang sangat berharga terlebih lagi ini bisa jadi ajang try out yang berkelas, karena selama ini tim kami kurang latih tanding. Selain itu, karena tempatnya yang sekota dengan tempat pertandingan Kejurnas Junior di Bandung, bisa juga sekalian nonton anak - anak junior bertanding karena seleksi sudah selesai hari sabtu sedangkan junior bertanding hingga minggu.

Kesempatan ini jelas sesuatu yang sangat menguntungkan, selain try out yang notabene adalah sesuatu yang saya perlukan, malahan dapat try out klas tinggi (seleksi kejurnas ces), selain itu juga saya pernah mengutarakan untuk refreshing dengan ikut nonton pertandingan junior.

I Feel, I'm lucky guy :D

Minggu, 13 Januari 2008

Pegal Abis

Dalam rangka memonitor perkembangan atlet - atlet PON XVII Kaltim, Koni SULSEL melakukan serangkaian test. Yang pertama adalah test kesehatan, yang ke dua test Fisik. Yang pertama dilaksanakan tanggal 8 Januari 08, dan besoknya 9 Januari 08 test fisik, test kesehatan ditempatkan di Kantor Koni Jl. Sultan Hasanuddin, dan test fisik di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM Banta - bantaeng.

Ada yang unik saat test kesehatan, berhubung saya baru sekali berbeda dengan beberapa atlet cabang yang lain yang sudah melakukannya lebih dari sekali. Setelah periksa denyut nadi dan tekanan darah saya pun masuk kedalam sebuah ruangan. Didalam saya berjumpa dengan beberapa atlet yang lain yang sedang menunggu giliran dan seorang lagi sedang diperiksa oleh tim kesehatan.

Saya mencari tempat buat duduk, ruangan lumayan dingin lagian di luar juga lagi hujan, pas menoleh ke atlet yang diperiksa saya melihat sudah ditelanjangi, rupanya biar "Kantung Menyan" juga tidak luput dari pemeriksaan. Sambala!

Esoknya test fisik, seperti yang sudah saya duga, kondisinya tidak jauh beda dengan test pada persiapan PON XVI lalu. Saya mulai melakukan test antara lain :
Kelenturan, Medicine Ball, Vertical Jump, Whole Body Reaction, Lenght Dinamometer, Back Dinamometer, Side Stepping, Sit Up, Back Shift Up, Scotch jump. Yang terakhir VO2Max. Sewaktu selesai scotch jump saya sudah lemas sekali. Tapi begitu disuruh melakukan VO2Max (lari dengan irama) saya sudah khawatir soalnya saya paling lemas kalau yang ini, akhirnya cuma bisa sampai level 3.2 :D

Malamnya saya tidak latihan rutin, kecapean. Pas hari jumat (11/01/08) saya pun datang ke Koni untuk latihan rutin, rupanya semalam sebelumnya hasil penilaian sudah diumumkan dan pelatih saya sudah di konfirmasi bahwa nilai test saya itu kurang. Nilai yang diharapkan Koni adalah 7 sedangkan saya cuma bisa 6 point sekian, dan karena khawatir akan kondisi fisik kami, maka pelatih pun memberikan latihan fisik, padahal pegal karena scotch jump belum juga hilang.

Besok paginya (12/01/08) saya masih harus melakukan "Condition Training" alias latihan beban. Terpengaruh ingin meningkatkan hasil test, beban pun saya tambah. Hasilnya pegal juga tambah. Siangnya saya dua kali mengalami kram pada paha, saya pun berfikir "wah, gawat juga kalau pas tengah malam kramnya datang", untung saja tidak terjadi.

Pegal - pegal yang saya rasakan sepertinya ini yang paling parah selama saya menjalani latihan. But Show Must Go On. Besok harus latihan lagi. :((

Sabtu, 12 Januari 2008

Kue Putu


Hari kamis (10/01/07) saya ngantar istri ke pasar Daya, setelah masuk pasar istriku bilang penjual kue sekarang pindah ke situ, sambil menunjuk sekumpulan orang yang tengah berjualan kue. Selesai berbelanja saya minta untuk dibelikan kue dan lebih spesifik saya minta kue putu buat teman kopi sambil nonton kartun.

Kue putu tepatnya putu cangkir merupakan makanan tradisional yang saya sudah kenal sejak kecil. Masih teringat dengan jelas setiap pagi sebelum sekolah saya disediakan oleh ibu teh manis dan kue - kue, dan putu cangkir termasuk yang selalu hadir setiap pagi.

Namun sekarang penjual putu cangkit sudah semakin langka, sudah mulai tergusur sama penjual roti, donat dll. Sangat disayangkan memang, termasuk ada beberapa makanan tradisional (saya sendiri tidak tau namanya tapi masih ingat bentuknya) yang sudah sangat jarang di temui dipenjual - penjual kue sekarang ini.

Sudah semestinya pemerintah propinsi atau kota menyediakan semacam database / wiki atau semacamnya yang memuat resep - resep atau pun dokumentasi terkait dari kue - kue dan makanan tradisional sehingga bisa tetap dirasakan oleh siapa saja dimana saja.

Kenang - kenangan dari Ambassador Cup 2



Berhubung karena waktu penerimaan medali di Kejurnas tidak bawa sesuatu yang bisa mengabadikan (kamera/HP) maka hampir saja kenang-kenangan dari Ambassador Cup 2 itu cuma berupa medali perak yang ada di lemari, untungnya ada seorang teman yang sempat mengambil gambar sewaktu saya berada di podium, dan sempat mentransfernya ke HP teman (Reky) tapi baru semalam sempat diambil, jadi tinggal beberapa bulan diHPnya Reky untung tidak dihapus :D

Ceritanya sudah saya posting disini :
http://arman.blogsome.com/2007/09/12/medal-at-last/


Saya yang paling kiri, lagi siap - siap tunggu pengalungan medali, yang seorang lagi (medali perunggu) tidak sempat ikut pengalungan medali karena lagi asyik ngopi


Prosesi Pengalungan medali


Gaya dengan medali

Sabtu, 05 Januari 2008

Gnome untuk Slackware

Awalnya karena melihat sebuah website di howtoforge yang membuat sebuah gnome mirip mac. Kepengen nyoba juga sih. Hanya saja agak berat juga mewujudkannya karena slackware tidak ada gnome secara default, gnome sudah hilang dari beberapa versi distro slackware sebelumnya, kalau tidak salah terakhir Gnome di bundel di slackware versi 9.

Seingatku di versi terakhir slackware dengan Gnome masih include, KDE masih merupakan pilihan utamaku, memang sih menurutku (waktu itu) KDE mempunya fitur yang jauh dari Gnome, namun tidak kali ini, setelah melihat ubuntu dengan Gnomenya maka keinginan untuk menggunakan Gnome muncul lagi.

Dropline Gnome
Ada beberapa pilihan untuk menggunakan Gnome di slackware antara lain Freerock Gnome, Dropline Gnome, menggunakan script otomatis seperti, garnome, jhbuild atau install langsung dari source (tarball).

Dari pilihan - pilihan yang ada saya mencoba Dropline, alasannya simple cari yang downloadnya otomatis, soalnya paket gnome banyak sekali. Walaupun dropline menggunakan versi yang lebih lawas yaitu 2.18 dari release terakhir gnome yaitu 2.20, tapi tidak masalah karena themes Mac masih mendukung versi tersebut.

Keep the car
Menyimpan paket - paket dropline gnome yang di download dari internet, kegunaannya apalagi kalau bukan untuk di install lagi di tempat lain :D. Setelah proses download selesai karena pada pilihan awal saya memilih download packages only, saya mencoba meng"aman"kan paket tersebut. Akhirnya proses instalasi dilanjutkan dengan masih menggunakan dropline-installer.

Instalasi selesai tapi masalah belum
Setelah memperoleh desktop gnome kostumisasi untuk membuatnya mirip mac pun dimulai. Dimulai dari themes, dilanjutkan dengan icon, dan cursor. Membuat paket avant walau pertama paket avant pertama kali adalah versi lama sehingga belum mendukung themes, bingung kesana kemari akhirnya ketemu juga (makanya kalau membaca yang teliti) versi yang baru yang mendukung themes. Download, kompilasi dan menjadikannya paket slackware sebelum menggunakanya. Avant dock dengan themes mac membuatku sangat senang. Untuk meyakinkan tidak ada masalah maka logout dan mecoba login kembali.

Dan, masalahpun dimulai. setelah login di gdm, error muncul yang menyebutkan ada masalah di session. Saya mencoba menggunakan account yang lain (yang belum ada konfigurasi gnomenya) dan login pun sukses masuk ke gnome, hanya saja begitu mencoba untuk login lagi error yang sama muncul lagi dan tidak bisa lagi masuk ke gnome. Arrrghh!!!.

Pantang menyerah
Kesimpulan awal kemungkinan adalah karena slackware yang digunakan sudah banyak yang utak - atik sehingga tidak lagi murni sedangkan dari dokumentasi dropline mengharapkan untuk menginstall di slackware yang masih baru.

Instalasi ulang slackware pun saya lakukan dan (berharap) semua konfigurasi dan data - data penting sudah sempat diamankan.
Instalasi selesai, langsung mencoba instalasi dropline dari paket yang didownload. Karena semua paket berada pada direktori yang sama maka perintah "installpkg *.tgz" dieksekusi, tetapi tunggu dulu, ada error sewaktu menginstall gconf-editor. Rupanya gconf-editor membutuhkan paket orbit. Rupanya gnome punya installation order, artinya tidak bisa menggunakan perintah "installpkg *.tgz" karena akan membuat pkgtools memulai instalasi paket secara berurutan sesuai abjad. Walhasil gnomenya gagal. Harus cari tahu urutan instalasi.

Installation Order pun hanya tersedia untuk Gnome versi 2.20 :((. Akhirnya terbersit untuk instalasi langsung dari tarbal sekalian mau mencoba bagaimana rasanya membuat paket yang banyak :D. Tapi sewaktu mendownload sesuai dari yang di sebutkan di Installation Order Gnome terbentur pada libgpg-error (ini baru paket kedua), paket tersebut tidak tahu ada dimana, akhirnya setelah dapat instalasi Gnome versi 2.20 ketahuan kalau libgpg-error tidak ada.

Gnome Slacky
Akhirnya dapat juga precompiled Gnome 2.20 untuk slackware 12. :D. Sudah include compiz-fusion. Akhirnya download isonya karena berbentuk iso dan memount. Setelah instalasi selesai saya cukup puas, hanya saja error pada login “... session lasted less than 10 second ...” masih ada. Apalagi pada suatu kesempatan gnomenya jadi rusak semua icon jadi tidak ketahuan.

Problem Solved
Setelah beberapa kali bongkar – bongkar, instalasi dan instalasi (maklum belum tau apa-apa soal gnome jadi pilihan akhir hanya instalasi ulang) akhirnya sudah mulai ada titik terang.

Yang Pertama : Semau icon tidak dikenali
Hal ini disebabkan ada sebuah paket slackware yang saya buat dan instalasi yaitu bluez-gnome yang mengganti semua MIME dengan yang default bawaanya, sialnya bawaan dari bluez-gnome boleh dikata minim sehingga merusak MIME yang telah ada. Akhirnya MIME default bawaan dari bluez-gnome kubuang dan instalasi berjalan lancar saya pun memperoleh bluetooth front end di gnome.

Yang Kedua : ... Session lasted less than 10 second ...
Konfigurasi aplikasi setiap user di simpan di home usernya, oleh karena itu cara yang paling ampuh daripada install ulang adalah merename home user dan membuat home user baru. Satu per satu konfigurasi di copy kan, sampai akhirnya login kembali dan “ ... session lasted less than 10 second ...”.
Sampai akhirnya ketahuan bahwa file .profile yang saya buat untuk keperluan sudo yang menjadi penyebab hal tersebut.

Kelebihan dan kekurangan
Ada sebuah paket yang dibuat di gnome yang saya butuhkan yaitu gnome-bluetooth yang bisa ngirim file dari komputer ke device lain via bluetooth, dibandingkan dengan kbluetooth ada batasan 32Kb untuk mengirimkan file ke device bluetooth lain. Hanya saja gnome-bluetooth ini tidak (belum) bisa mem”browse” peralatan apalagi mengcopy file dari device ke komputer. Untuk hal tersebut masih bagusan menggunakan kbluetooth.

Gnome paling asyik menggunakan dock, so pilihan yang pertama jatuh pada Avant Window Manager, hanya saja butuh composite window. Selain itu karena memang berminat untuk mengganti beryl dengan compiz-fusion.

Yang terakhir adalah notifikasi baterei. Khusus yang ini Gnome yang saya gunakan baik versi 2.18 dan 2.20 sama – sama mengecewakan, saya sering sekali kehabisan daya baterei tanpa pemberitahuan. :((. Setelah beberapa kali pemakaian ternyata gnome membutuhkan beberapa start up script untuk membuat semua manajemen perangkat keras berfungsi normal seperti avahi daemon, avahidnsconfd, dhcdbd, networkmanager,serta system-tools-backends. Sekarang saya tidak pernah lagi kehilangan power saat bekerja.

Pada gnome versi dropline startup script tersebut di buat dengan gaya System V (dan langsung ada pada /etc/rc.d/rc4.d/ , saya pribadi tidak terlalu suka dengan gaya tersebut, masih lebih suka bsd stylenya slack.

Jika ingin meng"uninstall" gnome slacky sebaiknya uninstall manual karena ada beberapa paket default slackware yang di upgrade sama gnome slacky, sehingga pada saat menguninstall paket default tersebut juga ikut teruninstall, termasuk pkg-tools. :D.

Semua bergantung sama yang mau menggunakan, termasuk resikonya. :D

Dropline Gnome 2.20.1
Versi dropline gnome sudah ada yang baru yaitu 2.20.1, maka coba menggunakan dan ada beberapa kemajuan terutama kestabilan dari Gnome Slacky sudah teratasi di Dropline Gnome. Tapi saya harus rebuild ulang paket Avant Window Manager yang sudah beda versi libwncknya

Sekarang ini saya pakai Dropline Gnome 2.20.1

Happy Gnome.

Skrinsyut Gnomeku:


Window Switch / Shift gaya iTunes


Display All Window


My Clean Gnome Desktop